Pesan kesalahan

  • Warning: file_get_contents(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: file_get_contents(http://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?id=1639094&APPID=53c6c597d41c356beb7be857e1902eb4): failed to open stream: no suitable wrapper could be found dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls dalam _menu_load_objects() (baris 579 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/includes/menu.inc).

73 Tahun HAB Kemenag, Jaga Kebersamaan Umat

MENTERI Agama RI Lukman Hakim Saefuddin, mengingatkan kembali pentingnya  jaminan hak  beragama dalam pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Menteri Undang Dasar Negara   Republik  Indonesia.  

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini  yaitu Jaga Kebersamaan    Umat,  Menteri Agama RI   mengajak   seluruh jajaran kementerian agama untuk senantiasa menebarkan energi kebersamaan,  merawat  kerukunan,  dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok

“ASN dan jajaran kementerian agama harus jadi perangkai dan perajut tenun kebangsaan yang bhineka, Kita harus menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara,” kata Menteri Agama RI, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Kuningan, M. Ridho Suganda, pada upacara memperingati ke-73 Tahun Hari Amal Bhakti (HAB) Tingkat Kabupaten Kuningan, di Lapang Pandapa Paramartha, Kompleks Stadion Mashud Wisnu Saputra, Kamis (3/1/2018).

Berkaitan hal tersebut, Menteri  memohon perhatian   semua   elemen  umat   beragama,   para ulama dan tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agamat erhadap urgensi ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan bangsa. 

“Pembinaan ketahanan keluarga harus terus dilakukan, sebagai bagian dari institusi yang membawa nama “agama”, seyogyanya perilaku kita sebagai pejabat dan aparatur harus mencerminkan kemuliaan agama, dimana kata dan perbuatan harus serasi,” . (Nana/Dimas/Pubdok)