Pesan kesalahan

  • Warning: file_get_contents(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: file_get_contents(http://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?id=1639094&APPID=53c6c597d41c356beb7be857e1902eb4): failed to open stream: no suitable wrapper could be found dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Guru Harus Mengusai IPTEKGuru Harus Mengusai IPTEK

GURU harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan jaman dengan penguasaan teknologi. Jika guru tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan  akan  ketinggalan,  terlebih perkembangan siswa  sudah bisa menyesuaikannya.

Sekda Kabupaten Kuningn, DR. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyatakan hal itu saat membuka  pada acara Workshop Pendidikan Perlindungan Guru dan Cyber Pedagogy, di GOR Ewangga Kuningan, Kamis (15/11/2018).

Acara itu dalam rangkaian  Peringatan HUT PGRI ke -73 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2018 Tingkat Kabupaten Kuningan.

Ia menjelaskan, pendidikan adalah proses menuju kesempurnaan. Proses ini tidak ada batasnya dan harus senantiasa memberdayakan interaksi antara fisik dan jiwa sebagai monodualitas yang dapat dikembangkan jauh lebih tinggi dari apa yang dapat kita bayangkan.

"Peranan guru harus mampu menyesuaikan  perubahan dan tuntutan perkembangan IPTEK dan kemajuan kemasyrakatan, termasuk perubahan sistem pendidikan dan pembelajaran yang pada akhirnya guru mampu memberikan layanan terbaik bagi para siswanya,"kata Dian Rachmat Yanuar.

Menurutnya, wujud dari layanan terbaik yang diberikan guru yaitu dengan terbentuknya para siswa sebagai pembelajar yang unggul, artinya siswa memiliki persyaratan kompetensi yang dibutuhkan untuk mampu bersaing..

"Untuk kompetensi yang dimaksud meliputi; kompetensi keterampilan hidup, prestasi fisik, keterampilan bahasa, keterampilan teknologi informasi, dan kesadaran spritual atau keagamaan,"jelasnya.

Ketua PGRI Kuningan H.Pipin Mansur Aripin, M.Pd menuturkan, kegiatan workshop ini sebagai upaya  untuk mewujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia Cerdas berkarakter dalam revolusi Industri 4.0. untuk pesertanya diikuti para guru. Dengan menghadirkan Narasumber Dr. Susanto, MA, dari KPAI-RI Jakarta dan Dr. Rudi Susilana, M.Si dari UPI Bandung.

Ketua PGRI mengatakan, pendidikan harus berada didepan. Disinilah guru harus Mulai berpikir kritis, dinamis tidak statis. Pernahkan kita merasakan bahwa kita sedang mengajarkan pendidikan karakter disekolah untuk itu jadilah teladan bagi siswa.

"Ingat apa yang kita lakukan dan perbuat sadar dan tidak sadar siswa akan mengikutinya. Bahkan sampai pola betfikirpun. Jika salah mendidik berarti kita sudah melakukan kesalahan untuk satu generasi,"kata Pipin. (Suhendra/Pubdok).