Pesan kesalahan

  • Warning: file_get_contents(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: file_get_contents(http://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?id=1639094&APPID=53c6c597d41c356beb7be857e1902eb4): failed to open stream: no suitable wrapper could be found dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

International Angklung Festival 2018

PEMERINTAH Kabupaten Kuningan melalui Kementerian Pariwisata Kabupaten Kuningan menggelar International Angklung Festival 2018, di halaman Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Sabtu (17/11/2018).

Ada sebanyak 15 negara yang mengirimkan perwakilan untuk menghadiri International Angklung Festival 2018 .  Diantaranya  perwakilan dariAlgeria, Japan, Spanyol, Banglades, Timor Leste, Lituani Belanda, Australia.

Salah satu perwakilan yang hadir yaitu dari Hirosima Jepang, menjadi perhatian hadirin. Mereka memainkan angklung cukup mahir dalam memainkan music angklung.

Bupati Acep menyebutkan, "pada 16 November 2010 telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Kegiatan festival ini mempertegas jika angklung adalah warisan budaya Indonesia.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, angklung berkembang sejak tahun 1938. Salah satu sosok yang berjasa memperkenalkan angklung di Kuningan adalah Daeng Soetigna. Banyak eksperimen yang dilakukan Daeng Soetigna agar angklung dapat diketahui masyarakat. Ia pun berupaya agar alat musik ini dipentaskan dan dikembangkan di Bumi Priangan.

Tak heran perjalanan panjang angklung ini, mendasari pemilihan tema untuk acara International Angklung Festival 2018, yaitu ‘Handaru Juang, Naratas Lambaran Sajarah.

Bupati Kuningan  H. Acep Purnama, mengharapkan kegiatan festival angklung itu  mampu mendongkrak  kunjungan wisatawan, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Kuningan.

Ia menyebutkan, Kabupaten Kuningan memiliki banyak potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.  Seperti wisata Gunung Cermai dengan deretan curug (air terjun) yang indah, ketersediaan akomodasi juga memadai.

Sementara itu,  Ketua Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuti, menyampaikan selamat kepada Kabupaten Kuningan atas terselenggaranya Internasional Angklung Festival. Begitu pula  Tour de Linggarjati yang beberapa waktu lalu digelar.

“.Untuk menyelenggarakan kegiatan ini cukup ketat, karena  bisa lolos kurasi dengan seleksi yang ketat," kata Esthy Reli Astuti yang didampingi Wawan Gunwan, Kabid Pemasaran Area 1 Jawa.

Esthy  berharap kegiatan International Angklung Festival 2018 ini bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (DONIS/Pubdok).