Pesan kesalahan

  • Warning: file_get_contents(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: file_get_contents(http://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?id=1639094&APPID=53c6c597d41c356beb7be857e1902eb4): failed to open stream: no suitable wrapper could be found dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Kuningan Raih Penghargaan Kinerja Tertinggi Pemerintahan Tingkat Jawa Barat

KABUPATEN Kuningan meraih penghargaan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tingkat Jawa Barat kategori kabupaten dan kecamatan. Penghargaan itu diserahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Bupati Kuningan H. Acep Purnama dan Camat Kramatmulya Dian Fenty Asmara, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (13/11/2018).

Penghargaan diterima Bupati Acep dan Camat Dian Fenty, pada acara Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Terhadap Peringkat dan Status Kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintah daerah (LPPD), Kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah Yang Berprestasi Paling Tinggi Tingkat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Pada Kategori Kabupaten, peringkat tertinggi diraih oleh Kabupaten Kuningan dengan raihan prestasi sangat tinggi, disusul Kabupaten Garut sangat tinggi dan Kabupaten Majalengka sangat tinggi.

Sementara pada kategori Kota, peringkat pertama berhasil diraih oleh Pemerintah Kota Bandung sangat tinggi, disusul Kota Sukabumi sangat tinggi dan Kota Cimahi sangat tinggi.

Untuk kategori kecamatan wilayah kabupaten, peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan, kedua Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, disusul Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Adapun juara harapan pertama berhasil diraih Kecamatan Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya, dan juara harapan kedua diraih Kecamatan Salaawi Kabupaten Garut.

Sementara itu, kategori kecamatan wilayah kota, peringkat pertama diraih Kecamatan Batununggal Kota Bandung, disusul  Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, lalu Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Kemudian untuk juara harapan pertama diraih Kecamatan Baros Kota Sukabumi, disusul Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.

Penghargaan juga diberikan pada kategori perangkat daerah pemrakasa kerja sama daerah terbaik yang diraih Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Untuk kategori kabupaten/ kota diraih oleh, Pemerintah Daerah Kota Bandung, Pemerintah Daerah Kota Bogor, dan Pemeeintah Daerah Kota Sukabumi.

Bersama Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran, Gubernur melakukan penandatangan kesepahaman terkait pengembangan Geopark di Wilayah Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat RidwanKamil, menyatakan ada enam kota/ kabupaten sudah berprestasi.  Artinya  ada 21 kota/kabupaten sisanya  minimal dua tahun semunya  harus naik level jadi sangat tinggi.

“ Paling nanti presentasinya yang berbeda. Saya tidak mau ada kota/ kabupaten kategorinya rendah.  Tinggal pakai ATM, Amati, Tiru, Modifikasi," ujar Kang Emil, saapaan akrab Gubernur Ridwan Kamil.

Ia  mengimbau, supaya kota/ kabupaten/ kecamatan maupun perangkat daerah yang belum berhasil meraih prestasi  mau berubah. Emil tak ingin mereka hanya "jalan ditempat." Bila perlu, diberi peringatan, atau minimal dilaporkan ke masyarakat atau  diberitakan.

"Supaya masyarakat mengkritisi, dan memberi upaya untuk bangkit, yang bagus diapresiasi yang kurang diberi suntikan yang memotivasi, jadi ada "reward" dan "punishment"," imbuhnya.

Menurutnya,  dalam lima tahun kedepan ia  ingin betul- betul membuat sebuah "lompatan". Salah satunya dengan merubah pola pembangunan, yaitu dengan melaksanakan "Birokrasi Dinamis".

Ada tiga level birokrasi, lanjut Emil, yakni birokrasi level satu, yakni birokrasi yang hanya perpatokan pada aturan, mengikuti aturan birokrasi saja. Sementara masalah berhasil tidak berhasil suatu program, komplain atau tidak komplennya masyarakat yang dilayani, tak jadi acuan. Karena hanya kaku pada satu aturan.

Kedua,  sambungnya, ada level birokrasi performa, pada level ini birokrat memberi apresiasi kepada yang bekinerja baik, dan memberi  motivasi pada yang kurang.

"Tapi ini masih belum canggih karena masih menganggap urusan pembangunan urusan birokrat saja," jelasnya.

Emil berharap, pemerintah daerah saat ini menjalankan level birokrasi ketiga yaitu birokrasi dinamis. Artinya ada satu tujuan pembanguan, yang bisa diwujudkan bersama- sama.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, mengatakan prestasi itu bisa diraih karena adanya kolaborasi antara Bagian Tata Pemerintahan dengan camat serta jajarannya, sehingga bisa mengharumkan Kabupaten Kuningan di tingkat Jawa Barat.

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik prestasi ini bisa diraih, tentu saja tidak terlepas adanya kolaborasi antara camat dengan Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kuningan,” kata Bupati Acep Purnama.

Selain Bupati Acep, hadir pada acara itu Camat Kramatmulya, Dian Fenti Asmara, Sekda Kabupaten DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kepala Bagian Tata Pemerintahan Dudy Fahrudin serta Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan, DR. Wahyu Hidayah, M.Si. (Pubdok)