Lahan Bekas Galian Pasir dan Batu Akan Menjadi Obyek Wisata

LAHAN bekas penambangan pasir dan batu di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, menurut rencana akan dimanfaatkan menjadi kawasan wisata. Hal itu dibahas dalam rapat Koordinasi Pemulihan Lahan, bertempat di Ruang Linggajati, Aula Rapat Setda Kabupaten Kuningan, Jumat (8/12/2017).

Dalam pembahasan lahan tersebut, hadir pejabat dari Direktorat Jenderal Pengedalian dan Pencemaran dan Lerusakan lingkungan, Sulistyowati, Tenaga Ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sony, Bupati Kuningan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta instansi terkait lainnya.

tahapan pemulihan penyusunan pemetaan topograpi, pemetaan kondisi fisik kimia dan hayati, pemetaan kondisi sosial dan ekonomi, identifikasi status lahan dan RTRW rencana Peruntukan peruntukan. Selanjutnya diabuatkan juga DED dengan dilakukan konsep pemulihan, tahapan pemulihan, gambar teknis dan RAB.

Menurut Sony dari IPB, menjelaskan, bukan tanpa alasan Pemulihan Lahan dilakukan di Kuningan. hal ini di lakukan karena Kuningan memiliki potensi yang lebih besar. Kondisi umum lokasi dapat ditempuh perjalanan darat selama kurang lebih 20 menit dari dari pusat kota kuningan. akses menuju lokasi berupa jalan aspal dengan kondisi sangat baik dapat dtempuh ,menggunakan mobil atau motor.

“untuk denah Zonasi lokasi pemulihan lahan bekas tambang Desa Cisantana seluas 6 ha dengan rencana anggran sebesar 2.6 miliar dengan waktu pelaksanaan 2018.
Lokasi tersebut dikatakannya, akan dibuatkan tempat pelayanan dan penunjang wisata dengan dibuatkan area parkir, area penerimaan, area kuliner dan area berbelanja,”paparnya.

Untuk zona rekreasi, ia menambahkan, akan dibuatkan area camping, jalan sekunder, tanaman display dan zona Konservasi area pohon pembatas, area pohon peneduh, area embung, area penyangga embung, dan area nursery. Sementara untuk embung sendiri akan dibangun oleh kementrian Desa dari 7 ribu lebih yang terpilih 90 termasuk Kuningan salah satunya yang berada di Cisantana ini. (Suhendra/Pubdok)