Pembangunan di Kabupaten Kuningan Berbasis Desa

“Lima tahun kedepan  akan menjadi upaya bersama untuk mewujudkan Visi Pembangunan Kabupaten Kuningan, yaitu  Kuningan Maju (Ma’mur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023,” kata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, pada Forum Konsultasi Publik Rencana Pemabangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, di Hotel Horison Tirta Sanita,  Selasa (8/1/2019).

Ia menjelaskan,  visi ini lahir dari kesadaran bahwa pembangunan sejatinya dilaksanakan untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan. Kemakmuran yang dimaksudkan dalam visi ini adalah terjaminnya kebutuhan  sandang, pangan, papan, pelayanan pendidikan, kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Agamis dicirikan dengan kehidupan beragama yang damai, toleran dan harmonis dengan Allah, manusia dan alam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dan Pinunjul merupakan ciri keunggulan pembangunan berdasarkan karakter masyarakat Kabupaten Kuningan yang dikenal ulet, pekerja keras dan pantang menyerah.

Menurutnya, sebagai Kabupaten yang memiliki potensi utama pertanian dan pariwisata,  penggerak pembangunannya adalah desa. Kesadaran membangun Kuningan dengan membangun desa merupakan warna pembangunan kita lima tahun kedepan.

Bupati menuturkan, cita cita besar ini dapat terwujud dengan komitmen dan dukungan semua pihak, baik jajaran eksekutif, legelatif dan seluruh mitra  kerja kami yang berada di Kabupaten Kuningan. Senergi semua pihak akan menjadi daya dorong yang besar bagi pencapaian visi kita bersama.

Pencapaian visi misi ini akan dielaborasi lebih dalam melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang akan memadukan empat aspek, yaitu aspek teknokratik, politik, aspiratif,bottom up dan top down. Namun sebelum Musrenbang dilaksanakan, sebagaimana aturan  yang berlaku, tahapan forum konsultasi publik ini menjadi langkah awal bagi kami untuk menjaring aspirasi, masukan, dan saran bagi paripurnanya Perencanaan Jangka Menengah Daerah.

“RPJMD 2018-2013 sebagai bentuk penjabaran teknis dari visi misi, sejatinya menjadi perencanaan dan harapan kita semua. RPJMD bukan milik kami,  bukan milik pemerintah daerah, tetapi milik publik, milik kita semua. Sehingga dalampelaksanakan RPJMD nanti, keterlibatan dan semua pihak,”harapanya.

Bupati Acep  mengatakan,  visi misi yang akan dituangkan dalam dokumen RPJMD nanti akan menjadi semangat kita bersama dalam membangunKabupaten Kuningan lima tahun kedepan sekaligus untuk mewujudkan  amanat pembangunan jangka panjang yaitu mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagaiKabupaten Agropolitan dan Pariwisata termaju di Jawa Barat Tahun 2025.

Dalam pemaparannya Plt Bappeda Kab. Kuningan, Ir. Usep Sumirat mengatakan,  sebagai mana amanat Permendagri 86 tahun 2017, bahwa penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD harus dilakukan berbasis pada e-Planning. Pemerintah Kabupaten Kuningan telah melakukan upaya untuk memenuhi amanat tersebut dengan mengembangkan Aplikasi RKPD Online menjadi Kuningan SIP (Sistem Informasi Perencanaan). Dengan Aplikasi ini sitem perencanaan  Daerah menjadi lebih terukur, terkendali, transparan, dan akuntabel.

Dalam kesempatan itu juga Bupati meluncurkan   Kuningan SIP. Turut Hadir Sekda Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Pimpinan dan Anggota DPRD, Para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD Se-Kabupaten Kuningan, Para Sesepuh/Tokoh Masyarakat Kuningan, Tokoh Agama, Pimpinan Organisasi Sosial Politik, Perguruan Tinggi, Organisasi Kemasyarakatan, Kepemudaan, Kemahasiswaan, Profesi, Organisasi Wanita, Lembaga Swadaya Masyarakat dan lainnya. (Nana/Pubdok)