Pesan kesalahan

  • Warning: file_get_contents(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: file_get_contents(http://api.openweathermap.org/data/2.5/weather?id=1639094&APPID=53c6c597d41c356beb7be857e1902eb4): failed to open stream: no suitable wrapper could be found dalam eval() (baris 3 dari /home/kuningan/subdomain/setda-bag-humas/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Pembina Upacara di SMAN Lebakwangi Itu Kabag Humas Setda Kuningan

KEPALA Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah M.Si mendapat tugas sebagai pembina upacara bendera di SMA Lebakwangi, Senin (15/4/2019). Selain ia, juga kepala SKPD dan kepala bagian bertindak sebagai pembina upacara di beberapa sekolah. Memang, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui bagian kesra mengeluarkan surat tugas yang ditujukan kepada sejumlah kepala SKPD dan kepala bagian untuk bertindak sebagai pembina upacara di beberapa sekolah.

Hal itu dilakukan dalam rangka memberikan pembinaan tentang bahaya narkoba dan etika pergaulan sehari-hari agar terhindar dari perbuatan tidak terpuji, menangkal Hoax dan sosialisasi pemilihan umum serentak tahun 2019 kepada seluruh siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kuningan. “Saya bangga bisa menjadi bagian dari sekolah yang akan menghasilkan generasi tangguh, generasi yang pantang menyerah, dan generasi yang penuh solusi,” kata Wahyu Hidayah.

Dalam amanatnya ia mengawali dengan membacakan pantun sebagai bentuk perkenalannya pada seluruh peserta upacara. “Hayam Kalkun eta namina, Meser kendi kangge wadah uyah, Assalamualaikum kasadayana, Ti abdi Wahyu Hidayah”.

Ia mengatakan, tantangan globalisasi dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan arus informasi yang mudah diperoleh menjadikan kita harus memilki kemampuan untuk menyaring, memilah dan memilih informasi tersebut dengan baik untuk dikonsumsi.

“Jangan sampai semua informasi kita serap dan kemudian disebar kembali di ilingkungan kita tanpa sumber yang jelas. Saya berharap semua pihak termasuk seluruh pelajar untuk dapat menangkal berita bohong atau Hoax. dengan upaya jangan langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya,” tandasnya.

Menurutnya, masih banyak informasi-informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat serta jelas sumbernya. Seperti halnya menyebarkan informasi keberhasilan pendidikan di masing-masing sekolah agar diketahui berbagai lapisan masyarakat.

“Mari kita viralkan kabar baik terkait keberhasilan dan prestasi yang diaraih khususnya di lingkungan sekolah. Selain itu dalam penggunaan media sosial harus lebih berhati-hati untuk tidak menyebarluaskan pendapat ujaran kebencian,” imbuhnya.

Wahyu menerangkan, menurut hasil riset 61% berita hoax beredar, maka dari itu pada seluruh pelajar untuk selalu meningkatkan budaya literasi dan memahami isi berita yang beredar mengenai kebenaran sumber yang jelas. Soalnya generasi milenial menjadikan media sosial menjadi tempat utama memperoleh berita. Di era teknologi super canggih satu sisi berdampak positif, semua akses menjadi murah serta mudah. Sebaliknya berdampak negatif karena tak sedikit digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Sementara, menurut survei bahwa 50 orang mati akibat penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba). Oleh sebab itu pemerintah daerah punya kewajiban untuk menyosialisasikan bahaya narkoba di kalangan pelajar. “Jangan sampai kalian terjerumus pada hal-hal yang negatif, karena kerugian pecandu narkoba baik materi maupun menyebabkan ketagihan dan akan berperilaku menyimpang, yang hal ini akan rusaknya sebuah generasi bangsa yang disebabkan oleh narkoba selain itu rusaknya sistem ketahanan tubuh sekaligus melanggar hukum negara maupun hukum agama,” harapnya.

Terkait menjelang pemilihan umum serentak tahun 2019, sekaligus mensosialisasikan dengan memberikan wawasan mengenai pemilu bagi pemilih pemula di sekolah SMA/SMK, dimana 2 hari lagi bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi pemungutan suara pemilihan umum.

Pemilu yang diharapkan adalah pemilu damai, pemilu yang gembira dan pemilu yang aman, maka untuk mewujudkan hal itu perlu langkah kongkrit dari seluruh masyarakat diantaranya unutuk menggunakan hak pilih pada waktunya bagi yang sudah memiliki hak pilih sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pemerintah yang demokratis, sebarkan kedamaian dan persatuan bangsa, serta percayakan kepada penyelenggara pemilu untuk melaksankana tugasnya dengan baik professional dan adil.

Pada akhir amanatnya Wahyu menyampaikan Visi dan Misi Kabupaten Kuningan MAJU (Ma'mur, Agamis, Pinunjul Berbasis Desa Tahun 2023) pada seluruh peserta Upacara dan menutup dengan menggunakan pantun sekaligus untuk menghibur peserta upacara. (Dimas/Pubdok).