Penanganan Soal Dampak Bencana di Desa Padahurip dan Desa Jamberama

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, menurunkan tim assesment dan mapping dalam penanggulangan bencana tanah longsor dan Banjir Bandang di Desa Padahurip serta longsor di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe Senin  (7/1/2019).

Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin,  menyebut, ada 90 orang warga (30 KK) warga Desa Jamberrama telah diungsikan ke rumah saudaranya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan akibat bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Desa Padahurip dan longsor di Desa Jamberama Kecamatan Selajambe, Minggu (6/1/2019).

Sebelumnya tebing sungai Tajur di Leuweung Cina kawasan hutan Perhutani Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, longsor, Minggu (6/1/22018) sekira pukul  15.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya kerugian material yang diderita oleh beberapa warga akibat musibah tersebut.

Kerugian material  yang diderita oleh warga, itu diantaranya dua unit sepeda motor milik Imron dan Hendra terseret air. Selain itu tiga rumah milik warga yaitu rumah milik Ahdi (50), Juhli (60), Rukinah (60) serta 5 kolam milik warga yaitu kolam milik Sarman, Maman, Suhendi, Jahidin dan Juhyo rusak.

Selain kerugian yang diderita warga,  banjir bandang di Desa Padahurip telah mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti jalan lingkungan sepanjang 150 meter serta sarana air bersih rusak parah.

Selain banjir bandang, dalam waktu nyaris bersamaan di Desa Padahurip Kecamatan Selajambe, terjadi juga bencana longsor tepatnya di lingkungan RT.15 Dusun Tajur yang menyebabkan beberapa rumah warga rusak. Diantaranya rumah milik Uti (60), Maman serta 21 rumah warga lainnya terancam longsor. (Pubdok)

Silahkan Unduh Laporan Selengkapnya